Febby Syahrul Fahrurodzi: Melangkah Pelan, Tumbuh Pasti di Era Teknologi

karier febby di dunia IT

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, selalu ada sosok-sosok muda yang tumbuh perlahan tapi pasti, menapaki jalannya sendiri. Salah satunya adalah Febby Syahrul Fahrurodzi, alumni SMKN 4 Padalarang kelahiran 11 Februari 2002. Lahir dari keluarga sederhana, dengan orang tua yang bekerja sebagai karyawan swasta, Febby tumbuh dengan nilai yang kuat: kerja keras, tekun, dan tidak cepat menyerah. Nilai-nilai itu menjadi bekal penting ketika ia memasuki dunia teknologi yang penuh tantangan.


Febby menyelesaikan pendidikan di SMKN 4 Padalarang pada tahun 2020, tepat ketika pandemi membuat banyak hal berubah. Namun, masa sulit itu justru membentuk ketahanan mentalnya. Ia merasakan betul bahwa sekolah di SMK bukan hanya soal hadir di kelas, mencatat materi, atau mengumpulkan tugas. Lebih dari itu, SMK adalah tempat untuk mempraktikkan ilmu.

Belajarnya di jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) menjadi titik awal dirinya membangun pondasi. Dari mengelola jaringan, memperbaiki perangkat, hingga troubleshooting, semuanya ia alami langsung. Ia juga merasakan bagaimana guru-guru TKJ memberi ruang untuk mencoba, ruang untuk salah, dan ruang untuk bangkit lagi.

“Kesempatan dan kepercayaan yang diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan saya hingga hari ini.”
— Febby Syahrul Fahrurodzi

Kebiasaan melihat masalah secara tenang dan menyelesaikannya langkah demi langkah yang ia pelajari di sekolah, ternyata menjadi bekal emas saat memasuki dunia kerja.

Menapak Dunia Profesional: Dari Cloud Engineer hingga IT Consultant
Hanya setahun setelah lulus, Febby sudah bergabung sebagai Cloud Engineer di PT eBdesk Teknologi (Februari 2021). Di sana ia menjaga infrastruktur cloud, memastikan keamanan sistem, dan melakukan optimalisasi layanan. Dunia cloud membuatnya terus belajar, apalagi teknologi bergerak sangat cepat.

Kariernya berkembang cepat. Pada Januari 2023, ia bergabung sebagai IT Consultant di PT Landmark Ltd, sebuah posisi yang menuntutnya memahami kebutuhan klien, menganalisis sistem, dan merancang solusi teknologi. Di saat yang sama, sejak Maret 2022 ia juga menjadi IT Consultant di sebuah Instansi Pemerintahan, ikut berkontribusi pada transformasi digital di sektor publik.

Setiap tempat memberinya sudut pandang baru. Dunia korporasi mengajarkan ketelitian dan kecepatan, sementara dunia pemerintahan membuatnya melihat bagaimana teknologi bisa mempermudah masyarakat.

Hal lain yang menarik dari perjalanan Febby adalah kecintaannya untuk berbagi ilmu. Sejak Januari 2022 ia menjadi Tutor di SMK Bina Rahayu, kembali bertemu dengan dunia yang dulu membesarkannya. Januari hingga Juni 2023, ia juga menjadi Tutor di Universitas Amikom Yogyakarta. Mengajar menjadi cara Febby menata dan merapikan kembali simpanan ilmunya, sekaligus memberi dampak untuk generasi berikutnya. Di tengah semua aktivitasnya, ia terus belajar dan akhirnya meraih gelar S1 Teknik Informatika dari Universitas Budi Luhur.

Saat diminta menyampaikan kesan tentang SMKN 4 Padalarang, Febby tidak banyak berpikir. Baginya, sekolah adalah titik awal di mana ia berkembang paling pesat. Ia merasakan bagaimana materi jurusan TKJ memberikan dasar kuat, dan bagaimana praktek langsung membuatnya paham dunia kerja lebih awal.

“Kesempatan dan kepercayaan yang diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan saya hingga hari ini.”

Itu bukan sekadar kalimat. Itu adalah rangkuman pengalaman seorang anak muda yang diberi ruang untuk tumbuh. Ketika diminta untuk memberikan pesan untuk adik-adiknya di SMK, Febby memberikan pesan yang sederhana tapi sangat kuat:


“Tidak perlu terburu-buru. Selesaikan segala sesuatunya langkah demi langkah. Jangan takut gagal.”

Menurutnya, perjalanan karier bukan lomba lari sprint, tapi maraton. Yang paling penting bukan seberapa cepat kamu berangkat, tetapi seberapa konsisten kamu melangkah. Febby juga memberikan beberapa catatan tentang teknologi yang berkembang saat ini yaitu Artificial Intelligence (AI). Mengikuti dinamika teknologi hari ini, Febby menyadari banyak yang takut pada perkembangan besar seperti AI. Namun ia memandangnya secara berbeda. Ia teringat pesan dari pimpinannya:


“Siapa pun yang mampu memanfaatkan AI, dialah pemenangnya.”

Teknologi bukan musuh. Ia adalah alat. Dan alat hanya bermanfaat bagi mereka yang mau belajar. Ia menutup pesannya dengan lima langkah sederhana bagi generasi muda:
• Susun strategi berjangka
• Lakukan evaluasi
• Moratorium
• Reorientasi
• Restrukturisasi
“Langkah-langkah itu membuat kita lebih siap menghadapi perubahan yang semakin cepat”ungkapnya menutup perbincangan.

Note:
* Disarikan dari interview Sidik Hanafiah dengan Febby Syahrul Fahrurodzi via WA

Comments

2 responses to “Febby Syahrul Fahrurodzi: Melangkah Pelan, Tumbuh Pasti di Era Teknologi”

  1. Avatar petro pilo
    petro pilo

    wihh keren banget ketua kami

  2. Avatar RD Galih Rakasiwi

    Luar biasa senior, selalu jadi panutan dalam lingkup pendidikan dan pekerjaan, sukses senior

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *