1. Akademi Cisco

SMKN 4 padalarang menjadi cisco academy mulai tahun 2021 , dengan instruktur Dodi Permana Hidayat dan Faizal Arief Priatna, sebelum jadi cisco academy, harus ada intruktur dari sekolah yang telah mengikuti ToT Introduction to Networking [ITN], Switching Routing and Wireless Essentials [SRWE], Enterprise Networking, Security, and Automation [ENSA] pelaksanaan Tot Tersebut berlangsung selam kurang lebih 2 Bulan , ketiga pelatihan ToT tersebut harus diselesaikan dan mendapat keterangan Eligible sebagai instruktur cisco academy, setelah dinyatakan lulus, maka sekolah bisa membuka course ITN, SRWE, dan ENSA, selain itu juga bisa membuka semua class yang tersedia di flatform cisco academy dengan kategory tidak perlu ToT
2. Akademi RedHat

Red Hat Academy adalah program kerja sama pendidikan dari Red Hat yang menyediakan kurikulum IT berbasis industri untuk membantu institusi pendidikan menyiapkan lulusan yang siap kerja (work-ready) melalui pembelajaran berbasis praktik langsung (hands-on). Dalam program ini, mahasiswa dan siswa mempelajari teknologi Linux, cloud computing, application services, automation, artificial intelligence (AI), dan cybersecurity menggunakan Red Hat Enterprise Linux (RHEL) serta ekosistem teknologi Red Hat yang telah digunakan secara luas di dunia industri, termasuk oleh lebih dari 90% perusahaan Fortune 500. Red Hat Academy bertujuan menjembatani kesenjangan keterampilan (skills gap) antara dunia pendidikan dan industri, membekali peserta didik dengan kompetensi IT berstandar global, serta memberikan akses pendidikan teknologi enterprise secara inklusif tanpa biaya keanggotaan bagi institusi pendidikan nonprofit yang memenuhi syarat. Program ini menawarkan berbagai keunggulan, seperti kurikulum berbasis standar enterprise, hands-on labs, pelatihan instruktur mandiri (self-paced), materi multibahasa, opsi lab fleksibel, integrasi dengan IBM Cybersecurity Courses, serta akses ke Red Hat Academy Learning Platform dan Talent Network. Kurikulum pembelajarannya mencakup administrasi dan keamanan sistem Linux, pengembangan aplikasi menggunakan Java dan Python, pengelolaan container dan cluster dengan Red Hat OpenShift dan OpenStack, otomatisasi jaringan dan infrastruktur menggunakan Red Hat Ansible Automation Platform, serta pengembangan dan deployment machine learning melalui Red Hat OpenShift AI. Selain itu, peserta didik dan instruktur memperoleh kesempatan mengikuti sertifikasi internasional Red Hat seperti RHCSA, RHCE, dan sertifikasi spesialis container maupun automation dengan potongan biaya khusus, yang diakui secara global dan bernilai tinggi di dunia kerja. Program Red Hat Academy sangat sesuai untuk SMK (khususnya jurusan RPL, TKJ, dan SIJA), perguruan tinggi bidang TI, Sistem Informasi, dan Teknik Komputer, serta dosen, guru IT, mahasiswa, dan siswa yang ingin meningkatkan kompetensi IT enterprise. SMKN 4 Padalarang sendiri telah resmi menjadi bagian dari Red Hat Academy sejak Agustus 2020.
3. Akademi Mikrotik

MikroTik Academy adalah program pendidikan resmi dari MikroTik yang bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk meningkatkan kompetensi jaringan komputer sesuai kebutuhan dunia industri melalui pembelajaran terpadu antara teori dan praktik langsung menggunakan RouterOS dan perangkat MikroTik, sehingga peserta memiliki pemahaman jaringan yang kuat dan aplikatif. Materi pembelajaran meliputi dasar jaringan, routing, switching, wireless, manajemen bandwidth, hingga keamanan jaringan, serta memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti sertifikasi internasional MikroTik yang diakui secara global, seperti MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) sebagai sertifikasi dasar dan sertifikasi lanjutan meliputi MTCRE (Routing Engineer), MTCWE (Wireless Engineer), MTCSWE (Switching Engineer), dan MTCTCE (Traffic Control Engineer), yang menjadi nilai tambah dan meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. SMKN 4 Padalarang telah resmi menjadi MikroTik Academy sejak tahun 2016 dengan Academy Trainer atas nama Faizal Arief Priyatna, di mana untuk menjadi Academy Trainer diwajibkan mengikuti pelatihan MTCNA dan lulus ujian sertifikasi dengan nilai minimal 75%, dilanjutkan dengan satu pelatihan sertifikasi tingkat lanjut dengan nilai ujian minimal 75%, serta pengesahan kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara sekolah dan MikroTik.